Anak adalah anugerah terindah dalam hidup, kehadiran buah hati bak malaikat yang memberikan warna cerah dalam hidup, hidup yang tadinya hambar, sepi, kini telah berganti kebahagiaan, kegembiraan, dll setelah lahirnya buah cinta mereka, oleh karena itu sangat perlu kita panjatkan syukur yang tak terhingga kepada Allah SWT atas anugerah ini. Kehadiran malaikat kecil dapat membentuk pribadi bijaksana bagi orang tuanya dan selanjutnya Orang tua adalah pendidik yang bijaksana untuk anak-anaknya.
Orang tua mempunyai peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan anaknya. Dalam pertumbuhan islam terdapat istilah Al ummu madrasatul ula. Orang tua hendaknya sudah mulai mengajari dan menggali potensi anak sejak dini dan mengajarkan nilai-nilai religius dalam keseharian keluarga, sehingga kelak akan tumbuh menjadi anak yang shaleh sehingga terhindar dari hal-hal yang buruk yang dapat menjerumuskan mereka kedalam api neraka. Sebagaimana firman Allah SWT :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
”Wahai orang-orang yang beriman peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu (QS. At-Tahrim : 6)
Orang tua mempunyai peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan anaknya. Dalam pertumbuhan islam terdapat istilah Al ummu madrasatul ula. Orang tua hendaknya sudah mulai mengajari dan menggali potensi anak sejak dini dan mengajarkan nilai-nilai religius dalam keseharian keluarga, sehingga kelak akan tumbuh menjadi anak yang shaleh sehingga terhindar dari hal-hal yang buruk yang dapat menjerumuskan mereka kedalam api neraka. Sebagaimana firman Allah SWT :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
”Wahai orang-orang yang beriman peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu (QS. At-Tahrim : 6)
Selanjutnya dalam Al-Qur'an surah Al-Luqman ayat 13 yang berbunyi :
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لاِبْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَابُنَيَّ لاَ تُشْرِكْ بِاللهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya pada waktu ia memberi pelajaran kepadanya, “Anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, karena sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Q.S. Luqman: 13)
Lukman adalah seorang hamba yang shaleh yang dikarunia al-Hikmah, kisah Luqman merupakan potret orang tua dalam mendidik anaknya dengan ajaran keimanan dan akhlak mulia. Dalam hal ini ada empat pesan moral yang dapat diambil dari kisah Luqman ini yang dapat dijadikan sebagai dasar dan acuan dalam mendidik anak. Keempat pesan moral itu adalah menanamkan aqidah pada anak, mengajarkannya bersyukur dan berbakti kepada Allah dan orang tua, membiasakannya beramal shaleh sejak usia dini, dan mengajarkannya akhlak mulia dan etika berinteraksi dengan sesama.
Setiap orang tua akan merasa bangga jika anaknya tumbuh menjadi anak yang shaleh dan shalehah, oleh karenanya diperlukan life skill (kecakapan hidup yang dimiliki oleh seseorang untuk berani menghadapi problema kehidupan secara wajar, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga mampu mengatasinya), life skill dalam hal ini terutama pada pilar pembelajaran Learning to be (belajar untuk menjadi orang yang berguna). Inilah yang harus dimiliki orang tua agar menjadi sosok yang berguna bagi anaknya sebagai amanah Allah yang dititipkan kepadanya.
Jelaslah, dengan kehadiran anak sebagai malaikat kecil dalam kehidupan orang tuanya akan membawa berkah yang sangat besar, oleh karena itu janganlah menyia-nyiakan amanah Allah yang patut disyukuri ini.
Semoga bermanfaat
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لاِبْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَابُنَيَّ لاَ تُشْرِكْ بِاللهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya pada waktu ia memberi pelajaran kepadanya, “Anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, karena sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Q.S. Luqman: 13)
Lukman adalah seorang hamba yang shaleh yang dikarunia al-Hikmah, kisah Luqman merupakan potret orang tua dalam mendidik anaknya dengan ajaran keimanan dan akhlak mulia. Dalam hal ini ada empat pesan moral yang dapat diambil dari kisah Luqman ini yang dapat dijadikan sebagai dasar dan acuan dalam mendidik anak. Keempat pesan moral itu adalah menanamkan aqidah pada anak, mengajarkannya bersyukur dan berbakti kepada Allah dan orang tua, membiasakannya beramal shaleh sejak usia dini, dan mengajarkannya akhlak mulia dan etika berinteraksi dengan sesama.
Setiap orang tua akan merasa bangga jika anaknya tumbuh menjadi anak yang shaleh dan shalehah, oleh karenanya diperlukan life skill (kecakapan hidup yang dimiliki oleh seseorang untuk berani menghadapi problema kehidupan secara wajar, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga mampu mengatasinya), life skill dalam hal ini terutama pada pilar pembelajaran Learning to be (belajar untuk menjadi orang yang berguna). Inilah yang harus dimiliki orang tua agar menjadi sosok yang berguna bagi anaknya sebagai amanah Allah yang dititipkan kepadanya.
Jelaslah, dengan kehadiran anak sebagai malaikat kecil dalam kehidupan orang tuanya akan membawa berkah yang sangat besar, oleh karena itu janganlah menyia-nyiakan amanah Allah yang patut disyukuri ini.
Semoga bermanfaat
No comments:
Post a Comment