Wednesday, June 4, 2014

Pentingnya Pendekatan Spiritual Untuk Kesehatan Jiwa

Sehat jiwa pada dasarnya mengantarkan kita agar menjadi manusia yang mendekati sempurna, mengikuti tauladan kita Nabiullah Muhammad SAW, menjadi hamba yang berakhlakul karimah dan taat  kepada Allah SWT (Hablumminallah wa hablumminannas), karena kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT.

Apakah kawan-kawan sekalian saat ini dalam keadaan sehat jiwanya? Dalam kehidupan sehari-hari mampukah kita mempertahankan agar kita senantiasa sehat jiwa ?

Sebelum terlalu jauh, kita mengetahui dulu apa itu sehat jiwa. Kesehatan Jiwa adalah Perasaan Sehat dan bahagia serta mampu mengatasi tantangan hidup, dapat menerima orang lain sebagaimana adanya serta mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain. Sehat jiwa merupakan kondisi  optimal dan ideal dalam prilaku serta kemampuan fungsi sosial.

Menurut UU Kesehatan Jiwa NO 3/tahun 1996

Sehat jiwa adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu sejalan dengan keadaan orang lain.

Seorang yang sehat jiwanya apabila memiliki sikap positif terhadap dirinya sendiri, menerima keadaan dirinya, sadar, objektif, hadir sebagai seorang yang bermakna dan berarti, mampu bradaptasi dalam keadaan apapun dengan pemikiran yang positif, standarisasi ego yang baik, bertanggung jawab terhadap diri sendiri, memiliki persepsi realita dan mau berubah kearah yang positif, menghargai orang lain (hubungan silaturrahmi yang didasari dengan keikhlasan) serta mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Untuk membangun pribadi yang ikhlas, bijaksana serta hal-hal yang dapat membantu kita dalam memelihara kesehatan jiwa dapat dilakukan pendekatan spiritual. Pengetahuan tentang agama adalah pedoman dan benteng untuk menjalani hidup ini.  Tanpa pendekatan diri kepada Allah SWT maka jiwa kita akan kosong dan hampa, hidup tanpa arah sehingga sesekali jiwa itu akan tergoncang ketika menghadapi tantangan dalam hidup yang pada akhirnya akan mengalami kekacauan jiwa, atau bahkan penyakit kejiwaan seperti depresi, gila atau percobaan bunuh diri. Dalam agama telah diajarkan cara-cara yang ditentukan Allah SWT untuk  menjalani kehidupan ini, sebagai pengendali diri untuk  akhlak yang baik dan terhindar dari sifat-sifat yang tercelah sehingga kondisi kesehatan jiwa akan selalu dipertahankan.

Adapun cara pemeliharaan kesehatan jiwa diri sendiri, dapat ditempuh langkah-langkah :

    ·         Asertif

Perilaku asertif adalah perilaku yang menunjukkan penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain, dimana seseorang mampu  untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain secara jujur tanpa merugikan diri sendiri namun tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan orang lain

    ·         Solitude

Kita butuh waktu untuk menyendiri guna mengevaluasi diri untuk manajemen diri kearah yang lebih baik dan membangun.


    ·         Kesehatan diri sendiri

Senantiasa menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, hidup dilingkungan yang bersih dan sehat, olahraga dan ibadah

    ·         Penanganan stress

Setiap orang pernah mengalami stress dalam hidupnya, oleh karena itu diharapkan manajemen stress yang baik agar perubahan yang terjadi dalam hidup dapat ditanggapi sebagai stress positif (good stress) membuka peluang pertumbuhan diri kearah yang lebih baik. Mampu mengidentifikasi respon dan tanda stress dan menumbuhkan koping yang adaptif.

Sekali lagi, Pendekatan spiritual sangatlah dibutuhkan dalam hidup ini agar kesehatan jiwa senantiasa dipertahankan.

Semoga bermanfaat !


No comments:

Post a Comment