Teman-teman sekalian, melalui artikel ini saya ingin berbagi kepada anda seputar masalah kehamilan. Kehamilan kadang menjadi fenomena yang disebabkan adanya kesalahan-kesalahan yang tanpa disadari telah dilakukan namun akibatnya sangat fatal untuk kehidupan sang ibu maupun bayinya kelak.
Kehamilan merupakan suatu anugerah bagi sepasang keluarga karena akan terlahir kehidupan baru dalam kehidupan mereka serta memberikan warna cerah setelah lahirnya buah cinta mereka. Merencanakan kehamilan sangat penting bagi setiap pasangan, selain calon ibu, calon ayah pun harus mempersiapkan diri dalam perannya yang senantiasa memberi dukungan pada sang istri yang sedang hamil.
Pada saat hamil terjadi perubahan fisiologi dan mempengaruhi hampir seluruh sistem organ dalam tubuh, perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan merupakan kunci untuk memahami perubahan-perubahan fisiologi terkait kehamilan, perubahan hormon dapat mempengaruhi tingkat kestabilan psikis dan pada umumnya psikis ibu hamil menjadi lebih labil dibandingkan wanita yang tidak sedang hamil. Karena stress merupakan hal yang tidak dapat dihindari sama sekali, maka ibu hamil memerlukan manajemen stress yang lebih baik dan membutuhkan dukungan setiap anggota keluarga terutama peran suami yang dalam hal ini sebagai orang yang paling dekat dan tentunya dapat mengetahui dan mengenal setiap perubahan yang terjadi pada sang istri.
Beberapa keluhan-keluhan yang sering dialami ibu hamil seperti pusing, hormon yang berperan saat kehamilan antara lain hormon progesterone, ketika meningkat maka akan mengendurkan otot-otot serta melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan darah menurun maka menimbulkan pusing, selanjutnya peningkatan hormone HCG (Human Chorionic Gonodotrophin) akan memicu penigkatan asam lambung sehingga menimbulkan mual dan muntah, selanjutnya adanya pengaruh dari hormon estrogen dan pregesteron, utamanya hormon progesteron dapat mengakibatkan terjadinya relaksasi pencernaan sehingga melambatnya pengosongongan lambung dan kerja usus serta menyebabkan penumpukan gas pada saluran pencernaan dan menganggu kenyamanan ibu hamil, serta masih banyak lagi efek- efek yang ditimbulkan oleh perubahan hormone tersebut seperti payudara terasa sakit akibat hormon laktasi (produksi ASI Ibu), sembelit (peningkatan hormon progesteron dapat membantu dalam menguatkan janin pada rahim, akan tetapi memberikan efek samping yang menghambat gerakan peristaltik usus sehingga menghambat jalan sisa makanan yang berasal dari usus menuju saluran pembuangan yang kemudian menumpuk dalam usus sehingga menjadikan gangguan sembelit, wajah berminyak dan berjerawat dimana Hormon progesteron dapat merangsang kelenjar minyak, yang menghasilkan minyak berlebih pada wajah sebagai pencetus timbulnya jerawat.
Maka dari itu deperlukan manajemen untuk menghindari kemungkinan – kemungkinan buruk yang akan terjadi. Jaga kesehatan fisik dan psikis, tingkatkan pendekatan spiritual, tetap mempertahankan suasana yang nyaman dan tentram, perbanyak minum air putih, atur pola makan, penuhi kecukupan gizi, lakukan tehnik relaksasi, makan makanan yang tinggi serat, pertahankan personal hygiene, tetap tersenyum dan jangan stress, ibu hamil sangat membutuhkan dukungan emosional termasuk ketentraman hati dari orang-orang disektarnya.
Peran suami dalam hal ini sangat dibutuhkan dalam mengenali setiap perubahan yang terjadi pada sang istri ketika hamil, hindari pemikiran2 negatif atau kesal terhadap tingkah istri yang manja dan banyak keluhan, ubahlah suasana menjadi bahagia, nyaman, damai serta tentram demi kesehatan ibu dan bayinya.
Ngomong – ngomong masalah stress, terlintas dampak negative yang ditimbulkan oleh stress terutama pada ibu hamil dan janin yang sedang dikandungnya. Ibu hamil dengan kondisi stress dapat beresiko gangguan jiwa setelah melahirkan atau yang dapat disebut dengan post partum blues. Begitu pula dengan janin, salah satu hormon yang dihasilkan oleh tubuh yaitu CRH (corticotrophin-releasing hormone), hormon ini merupakan suatu hormon peptida yang juga dapat bertindak sebagai neurotransmitter yang akan dihasilkan dalam jumlah yang lebih tinggi pada saat kondisi stress. Salah satu dampak negatif CRH bagi janin adalah memicu kelahiran tidak cukup bulan atau bahkan keguguran. Hal ini disebabkan karena CRH akan merangsang produksi prostaglandin dan substansi kimia lainnya yang menyebabkan kontraksi rahim. Secara tak langsung CRH juga merangsang tingginya produksi hormon stress lainnya yaitu kortisol yang dapat menyebabkan gangguan perkembangan saraf pada janin sehingga mempengaruhi kondisi psikis janin, perkembangannya dan setelah lahir seperti autisme, hiperaktif, bahkan skizofrenia.
Ketika masih dalam kandungan, sel-sel saraf janin yang masih dalam tahap perkembangan dilindungi oleh suatu enzim yang dikenal dengan OGT. Namun ketika si ibu hamil mengalami tekanan stress maka jumlah OGT akan menurun sehingga perlindungan terhadap sel-sel saraf janin tidak optimal. selain itu, gangguan perkembangan fisik dapat pula terjadi seperti bayi dengan berat badan lahir rendah, sistem imunitas yang lebih rendah dan resiko alergi yang lebih besar.
Oleh sebab itu, sangat wajib bagi setiap ibu hamil untuk menjaga kesehatan fisik dan psikisx serta dibutuhkan peran dan dukungan penuh dari anggota keluarga terutama suami demi mewujudkan hal-hal yang diinginkan. Anak adalah titipan Allah SWT, maka berikanlah yang terbaik sejak dia dalam kandungan.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca khususnya bagi pasangan suami istri.

No comments:
Post a Comment